Oleh: team SIMKominfo | November 7, 2009

LINTASAN SEJARAH PDAM KABUPATEN BULELENG

PDAM2Penyediaan air minum untuk Kota Singaraja dimulai sejak tahun 1902 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Belanda, memanfaatkan sumber mata air di Desa Padang Bulia dengan kapasitas 3 ltr/dt mempergunakan sistem gravitasi dan sebuah resevoir di Bantang Banua berkapasitas 180 M³.

Pada Tahun 1929 diadakan penambahan kapasitas sebesar 7 ltr/dt dari sumber yang sama dan menambah sebuah reservoir di Bantang Banua dengan kapasitas 300 M³. Disamping itu dilaksanakan pula perluasan jaringan pipa distribusi.

Pada tahun 1955 oleh Pemerintah Indonesia dibentuklah badan khusus untuk mengelola air minum yang diberi nama Perusahaan Air Minum Negara Singaraja. Atas upaya PAM Negara Singaraja ini mulai diadakan penambahan kapasitas dengan memanfaatkan sumber mata air Mumbul yang terletak di tengah kota Singaraja menggunakan 2 (dua) pompa yang digerakkan dengan tenaga diesel berkapasitas 15 ltr/dt dan dibangun pula sebuah reservoir Giri Putri dengan kapasitas 550 M³.

Baca Lanjutannya…

Oleh: team SIMKominfo | November 7, 2009

PDAM Buleleng

Pembangunan bidang air bersih di Kabupaten Buleleng menitik beratkan pada dua hal pokok yaitu:

a. Pembangunan sarana dan prasarana air bersih baik dalam jumlah maupun kualitas yang memadai, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

b. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai arti penting air bersih, yang memenuhi syarat kesehatan, serta meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber air dan lingkungan hidup berdasarkan falsafah “TRI HITA KARANA”.

Baca Lanjutannya…

Oleh: team SIMKominfo | November 7, 2009

PROGRAM AIR SIAP MINUM

PETA PELAYANAN PDAM Kabupaten Buleleng merupakan PDAM pertama di Indonesia yang memiliki daerah pelayanan dengan kualitas air siap minum. Daerah pelayanan air siap minum ini diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 18 September 1999.

Pembentukan daerah pelayanan air siap minum di Kabupaten Buleleng merupakan bagian dari proyek GTZ-DWQS. Pelaksanaan proyek DWQS (Drinking Water Quality Survaleance) dimulai sejak tahun 1991 s/d 1997 melalui bantuan teknis dan pengadaan peralatan laboratorium. Dalam rentang waktu tersebut juga dilakukan pelatihan-pelatihan penggunaan program PAMKOR (pencegahan korosi) baik dengan menggunakan kalkulator saku maupun kumputer. Sejak tahun 1998 program PAMKOR mulai digunakan dan SOP mulai disusun.

Baca Lanjutannya…

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.